ANGIN PEMBAWA HUJAN


Menampik cahaya matahari yang mulai redup oleh awan hitam
Rintik-rintik air hujan pun mulai membasahi bumi
Tanpa basa-basi
Air hujan tersenyum tanpa mempedulikan siapa yang di basahi
Yang dia tahu,dia bisa bergembira hari ini
Dan juga mengembirakan orang yang mengharapkannya....

Sebuah untaian Do'a yang terlampir disebuah kertas kecil
Do'a seseorang yang selalu hadir disetiap keluh kesahnya
Do'a yang mampu melunakkan hati
Do'a pemberi semangat
Do'a yang senantiasa memberikan pencerahan
Dalam setiap kehidupan yang ia jalani.....

Sejenak
Burung-burung mulai bernyanyi dikala senja menyambut
Berkicau-an saling sambut-menyambut tanpa henti
Menandakan mereka sangat menikmati hujan kali ini
Hujan yang menghilangkan rasa haus
Rasa haus akan betapa nikmatnya rasa lelah itu....

Apabila aku telah tiada
Cobalah engkau berdiri sejenak
Resapi dan rasakan seruan angin yang berhembus merdu
Dan
Pastikan diantara hembusan itu pasti
Adalah aku.....

AKU YANG MASIH MENDAMBANYA


MENGHITUNGI JEJAK-JEJAK YANG SEMPAT TERBERAI
AKU YANG KIKUK BILA BERTATAP MATA DENGANNYA
AKU MERASAKAN SUASANA YANG BERCAMPUR BAUR DENGAN CAHAYA HAMPA
TAK TERASA HAL ITU MESTI TERLUPA DAN HARUS DILUPAKAN
MESKI SESAK SANGAT HEBAT TERASA

BULAN YANG MULAI ENGGAN MENAMPAK WAJAHNYA
TERSELIP SEBUAH GURATAN MURKA YANG TERPAMPANG BEGITU JELAS
SEAKAN MEMPERINGATI KAUM-KAUM YANG MASIH INGKAR
INGKAR AKAN KEHEBATAN ALAM
ALAM YANG BEGITU MUDAH MERUBAH SESUAI DENGAN SUASANA HATI

AKU MASIH SAJA SIBUK DAN BETAH
BETAH MENANTIKAN SESEORANG YANG TAKKAN MUNGKIN KUMILIKI
AKU JUGA SADAR DIRI
KASIH SAYANG YANG TERPAKSAKAN AKAN SEMAKIN MENYAKITKAN

SEBUAH PENGALAMAN TAK SELALU MENJADI PELAJARAN BUAT SELAMANYA
AKU YANG MASIH MENDAMBAMU
SEBUAH KATA DAN KIASAN YANG PASTI ENGKAU MENGERTI
SUATU SAAT NANTI.........

"berdasarkan pengalaman seorang teman"... ^___^

TERSESAT



Bentuk yang ideal....
Seorang hamba yang dengan pongahnya luap dalam cahaya
Dia baru saja menghabiskan waktunya hanya dengan berdiam diri
Membisu dengan sejuta tanya??
Dan tak tau apa yang terlintas didalam otaknya yang penuh dengan kebisingan??

Aku terperanjat....
Ketika seseorang muncul dan menanyakan nama ku
Tetapi aku tidak menggubrisnya,aku berlalu begitu saja
Karena aku sudah terlanjur cinta dengan kesepian
Aku tidak mau orang lain merasakan hal yang sama
Dengan apa yang kualami......

Cahaya bulan yang bersinar dan ditemani awan hitam
Tak mampu sedikitpun meluluhkan hati yang dirundung musabah
Meski tertawa dan senyuman selalu terlontar
Tapi hati yang terus membara takkan pernah padam
Meskipun hal itu sangatlah menggugah.....

SOSOK

Berangan-angan pun sekarang dia sudah tidak berani,sekali lagi dia hanya bisa menunggu tanpa keluhan sedikitpun
Hanya hujan....yang mampu menginspirasi segala bentuk hal yang berkecamuk didalam bathin nya..tanpa mengindahkan ucapan dari orang2 munafik yang berdampingan dengan nya
Diiringi dengan kesejukan malam...ia tetap melangkah dan berusaha tetap tegar dengan apa yang telah terjadi,karena dia masih percaya...Tuhan itu masih ada
Perkataan tidak pantas sllu dia dengar,orang2 meremehkannya,orang2 sllu merendahkannya,orang2 sllu menganggap ap yang dia kerjakan tak berarti apa2...tapi yang jelas,dia tidak pernah menyalahkan ap yg orng lain layangkan,tersenyum sebisa mungkin demi sebuah harapan
Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan hal yang sudah lama ditanam di dalam bathinnya...dia hanya tidak mau orang2 yang selama ini sllu mendukung segala perbuatannya terkejut dengan sikapnya yang acuh tanpa penjelasan sedikitpun

KESUNYIAN YANG MEMBEKAS

Burung-burung tanpa malu berkicau dengan merdunya di perapian senja
Tanpa celah yang menghalangi sedikitpun mereka asyik memamerkan suara indahny
Seakan mereka menyambut senja tanpa beban yang ada di benak mereka
Menyambut dengan hati yang tak seorang pun dapat menghalangi
Karena mereka menganggap kehidupan itu adalah semangat yang takkan pernah habisnya....

Manufactur yang indah menyelimuti langit yang kemerahan
Kidung senja memang sangat terasa kurasa di sudut ruang sempit yang kudiami
Yang berukuran 3x4,namun aku masih bisa berimprovisasi dalam khayal yang sangat luas jangkauannya Kucermati satu-persatu serangga yang mencoba terbang di langit-langit kamar Yang menimbulkan kebisingan yang sangat syahdu terdengar
Aku sangat senang mendengarkan kebisingan itu
Walaupun jiwa masih menarawang keruang hampa yang tak jelas ujungnya...

Tembok yang sudah kusam yang hanya ditemani cat yang telah pudar
Menambah rasa kesunyian ini semakin terasa
Seakan sangat betah menempati sisi ruang yang sangat susah untuk diseberangi
Kebangga-an terhadap diri sendiri pun telah memudar
Seiring kerinduan yang semakin hari semakin hilang terasa......

Kucoba menembus tepiah khayal
Menahan rasa membuka tabir....
Tapi sepi...................................

Yang kudapat hanya janji..
Yang kudapat hanya ilusi..
Yang kudapat hanya fantasi..
Namu aku masih tetap yakin Bahagia itu akan tetap datang menghampiri....

ANAK CACAT


“Huuu….uuura!”
Teriakan gembira dari seorang Ibu yang menerima telegram dari anaknya yang telah bertahun-tahun menghilang. Apalagi ia adalah anak satu-satunya. Maklumlah anak tersebut pergi ditugaskan perang ke Vietnam pada 4 tahun yang lampau dan sejak 3 tahun yang terakhir, orang tuanya tidak pernah menerima kabar lagi dari putera tunggalnya tersebut. Sehingga diduga bahwa anaknya gugur dimedan perang. Anda bisa membayangkan betapa bahagianya perasaan Ibu tersebut. Dalam telegram tersebut tercantum bahwa anaknya akan pulang besok.
Esok harinya telah disiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan putera tunggal kesayangannya, bahkan pada malam harinya akan diadakan pesta khusus untuk dia, dimana seluruh anggota keluarga maupun rekan-rekan bisnis dari suaminya diundang semua. Maklumlah suaminya adalah Direktur Bank Besar yang terkenal diseluruh ibukota.
Siang harinya si Ibu menerima telepon dari anaknya yang sudah berada di airport.
Si Anak: “Bu bolehkah saya membawa kawan baik saya?”
Ibu: “Oh sudah tentu, rumah kita cuma besar dan kamarpun cukup banyak, bawa saja, jangan segan-segan bawalah!”
Si Anak: “Tetapi kawan saya adalah seorang cacad, karena korban perang di Vietnam?”
Ibu: “……oooh tidak jadi masalah, bolehkah saya tahu, bagian mana yang cacad?” – nada suaranya sudah agak menurun
Si Anak: “Ia kehilangan tangan kanan dan kedua kakinya!”
Si Ibu dengan nada agak terpaksa, karena si Ibu tidak mau mengecewakan anaknya: “Asal hanya untuk beberapa hari saja, saya kira tidak jadi masalah?”
Si Anak: “…tetapi masih ada satu hal lagi yang harus saya ceritakan sama Ibu, kawan saya itu wajahnya juga turut rusak begitu juga kulitnya, karena sebagian besar hangus terbakar, maklumlah pada saat ia mau menolong kawannya ia menginjak ranjau, sehingga bukan tangan dan kakinya saja yang hancur melainkan seluruh wajah dan tubuhnya turut terbakar!”
Si Ibu dengan nada kecewa dan kesal: “Na…ak lain kali saja kawanmu itu diundang kerumah kita, untuk sementara suruh saja ia tinggal di hotel, kalau perlu biar saya yang bayar nanti biaya penginapannya!”
Si Anak: “…tetap ia adalah kawan baik saya Bu, saya tidak ingin pisah dari dia!”
Si Ibu: “Cobalah renungkan olehmu nak, ayah kamu adalah seorang konglomerat yang ternama dan kita sering kedatangan tamu para pejabat tinggi maupun orang-orang penting yang berkunjung kerumah kita, apalagi nanti malam kita akan mengadakan perjamuan malam bahkan akan dihadiri oleh seorang menteri, apa kata mereka apabila mereka nanti melihat tubuh yang cacad dan wajah yang rusak. Bagaimana pandangan umum dan bagaimana lingkungan bisa menerima kita nanti? Apakah tidak akan menurunkan martabat kita bahkan jangan-jangan nanti bisa merusak citra binis usaha dari ayahmu nanti.”
Tanpa ada jawaban lebih lanjut dari anaknya telepon diputuskan dan ditutup.
Orang tua dari kedua anak tersebut maupun para tamu menunggu hingga jauh malam ternyata anak tersebut tidak pulang, ibunya mengira anaknya marah, karena tersinggung, disebabkan temannya tidak boleh datang berkunjung kerumah mereka.
Jam tiga subuh pagi, mereka mendapat telepon dari rumah sakit, agar mereka segera datang kesana, karena harus mengidetifitaskan mayat dari orang yang bunuh diri. Mayat dari seorang pemuda bekas tentara Vietnam, yang telah kehilangan tangan dan kedua kakinya dan wajahnyapun telah rusak karena kebakar. Tadinya mereka mengira bahwa itu adalah tubuh dari teman anaknya, tetapi kenyataannya pemuda tersebut adalah anaknya sendiri! Untuk membela nama dan status akhirnya mereka kehilangan putera tunggalnya!
Kita akan menilai bahwa orang tua dari anak tersebut kejam dan hanya mementingkan nama dan status mereka saja, tetapi bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita lain dari mereka?
Apakah Anda masih tetap mau berkawan
……. dengan orang cacad?
……..yang bukan karena cacad tubuh saja?
……. tetapi cacad mental atau
……..cacad status atau cacad nama atau
……..cacad latar belakang kehidupannya?

Apakah Anda masih tetap mau berkawan dengan orang
…….yang jatuh miskin?
…… yang kena penyakit AIDS?
…….yang bekas pelacur?
…….yang tidak punya rumah lagi?
…….yang pemabuk?
…….yang pencandu?
…….yang berlainan agama?
Renungkanlah jawabannya hanya Anda dan Sang Pencipta saja yang mengetahunya?!
Dan yang paling penting adalah “SIKAP” Kita dalam memandang suatu hal  harus kita ubah menjadi yang lebih baik atau lebih positif.
Karena dengan sikap positif secara otomatis akan menumbuhkan sikap rendah hati, peduli terhadap orang lain dan tentunya hal-hal lain yang lebih baik.