Home » » JINGGA DI PELUPUK MATA (1)

JINGGA DI PELUPUK MATA (1)


Suara desiran angin semakin menjadi-jadi di malam itu,seolah mereka enggan untuk beranjak dari bumi yang begitu indah dan hijau yang mengalahkan planet manapun di jagat raya ini.dan seolah angin ini mengisyaratkan sebuah kerinduan yang tidak henti-hentinya untuk disampaikan kepada setiap insan di muka bumi tersebut.hingga pohon pun begitu menikmati desiran angin tersebut tanpa mempedulikan orang-orang yang sedang berlindung dibawahnya. Jam berdetak secara perlahan,tanpa disadari hari sudah menunjukkan pukul 3 dini hari..malam itu Rian sedang asyik mengerjakan pekerjaan nya yang sempat tertunda dua hari lama nya,Dia kembali mengutak-ngatik kembali pekerjaannya tersebut tanpa disadari dia melupakan sebuah naskah cerpen yang sempat dia tulis ketika sedang berekreasi di gunung rinjani bersama teman-teman karibnya toni dan angga dan teman2 satu angkatan yang sama2 menuntut ilmu di sebuah perguruan tinggi Negeri di sebuah kota pahlawan yaitu,kota Surabaya.tanpa mengenali waktu,ia mencoba menghubungi toni dan angga,namun jawaban yang ia nanti tidak sesuai dengan harapan.padahal cerpen tersebut merupakan karya tulis rian yang pertama untuk dia kirimkan ke sebuah media cetak yang cukup terkenal di kota Surabaya..ya..sudahlah..mungkin saja cerpen itu belum pantas untuk di baca oleh orang lain.gumam rian sambil menghela napas… Sepasang cicak yang sedang asyik bercengkrama di atap kamar rian yang tidak begitu luas,sangat lama ia perhatikan..maklum lah..rian hanya seorang anak desa yang demi keinginan kuat dan berkeinginan untuk membahagiakan dan memberikan perubahan terhadap kehidupan orang tuanya dan dia sendiri,dia rela menuntut ilmu dan jauh dari orang tuanya.orang tuanya tidak sekalipun memberikan materi yang begitu berlimpah untuk membiayai pendidikannya,rian hanya mengandalkan beasiswa yang dia dapat ketika mengeyam pendidikan di sebuah SMA di desanya dan sebagai sampingan juga.ia mempunyai pekerjaan paruh waktu,walaupun tidak banyak yang ia dapat.tapi,dia sangat bangga karena semua itu jerih payah dia sendiri tanpa membebani orang tuanya di kampung… Lama ia melamun dan mengingat-ngingat kembali tentang cerpen dia yang sempat tertinggal,tanpa disadari adzan subuh mulai berkemundang.suara adzan memecahkan keheningan pagi yang begitu dingin,rian bergegas untuk menunaikan kewajiban sebagai muslim.dirumah,kedua orang tuanya sangat disiplin dan santun dalam memberikan ilmu agama kepada anak-anaknya.rian adalah anak pertama dari 3 bersaudara,adiknya yang pertama bernama habibah,habibah adalah adik perempuannya yang masih duduk kelas 3 SMA,dan sebentar lagi akan lulus.sedangkan adiknya yang kedua bernama Fatimah yang masih duduk di bangku SD.walaupun mereka adalah keluarga kecil,mereka sangat bahagia dan didalam keluarga tersebut mereka saling hormat-menghormati satu sama lain.dan mereka juga sudah tau dengan apa yang harus dilakukan dan tugasnya masing-masing..Saat ini rian sudah memasuki semester akhir,dia juga sedang sibuk mengerjakan skripsi.dan sebentar lagi dia akan meninggal kesibukan kampus yang selama ini ia jalani. Matahari siang itu sangat menyengat sekali,sebab musim kemarau masih melanda sebagian Indonesia.hari itu rian dan kedua sahabatnya toni dan angga sedang berada di perpustakaan sekolah.mereka sibuk mencari bahan-bahan referensi untuk menuntaskan tugas akhir mereka.. “rian,gimana dengan cerpen mu yang kamu cari itu??tanya angga kepada rian. “belum ketemu sob,sepertinya tertinggal waktu kita berekreasi ke gunung rinjani waktu itu,jawab rian dengan nada pasrah. “oooo…saying sekali ya,padahal cerita yang kamu tulis itu menarik sekali bro,sambung toni yang tepat berada disamping angga. “ya..apa boleh buat,padahal sih ingin kukirim ke media cetak..tapi tidak mengapa,aku sudah pasrah kok dengan cerpen itu…heheheeee….jawab rian dengan tertawa kecil… Tengah asyik-asyiknya mereka mengobrol,tiba-tiba seorang gadis berkerudung merah dan mempunyai lesung pipit di sebelah kanan nya tiba-tiba menghampiri mereka.gadis itu bernama jingga..sungguh sesuai dengan parasnya yang begitu anggun dan bersahaja ,dan dia ditemani oleh seorang sahabatnya yang bernama rindu,ya tidak kalah anggunnya dengan jingga.. “assalammualaikumm…sapa jingga dengan suaranya yang begitu lembut “walaikumsalamm….jawab mereka serentak.. “jingga…ada keperluan apa ya??tanya toni.. “saya menemukan ini waktu kita berekreasi kegunung rinjani waktu itu, “apa ini??tanya angga.. “sepertinya ini sebuah cerpen yang ditulis rian.. “ehhh…coba kulihat,sambut rian… Seketika diperiksa oleh rian secara seksama….. “benar…ini punya ku,,sambil tersenyum gembira..Allhamdulillah…. “wahhh terima kasih jingga..aku sudah mencarinya kemana-mana,ternyata benar ketinggalan di gunung rinjani tersebut..sekali lagi,terima kasih banyak ya jingga,engkau membawanya.. “iyaaa…sama-sama rian,sebelumnya maaf…saya tidak telah sopan membaca cerpen mu itu rian…sambil mengucapkan itu dengan wajah memerah… “ahhh…tidak mengapa,yang penting naskah cerpen ini sudah ditemukan,dan aku sudah sangat senang dengan itu…lagian yang membaca kan bukan orang lain,orang yang sudah kukenal kok…heheheee… “terima kasihhh..jawab jingga,.. dari percakapan yang singkat ini,jingga mulai memperhatikan rian…. bersambung…

0 komentar:

Posting Komentar