Pandangan itu tak pernah lepas
Aku masih terdiam cukup lama
Karena,engkau yang dulu pernah kukenal
Sudah semakin menunjukkan bahwa engkau adalah seseorang yang sangat mandiri
Aku masih terpaku akan kepergianmu yang begitu tiba-tiba....
Sisa-sisa hujan masih terlihat jelas di dedaunan yang mulai layu
Mengharapkan sebuah sentuhan dari sang bidadari
Dedaunan mulai menghela nafas
Pertanda akan berakhirnya sebuah kehidupan untuknya
Begitu juga yang terjadi buat Datuk ku....
Hari kemaren aku mendengarkan sebuah berita duka
Sebuah kehidupan yang cukup lama dirasakan olehmu
Kini,harus berakhir jua
Yang selama ini Engkau cukup kuat dalam menjalani sisa-sisa kehidupan
Cukup tabah dengan kondisi yang Engkau alami
Namun,senyum itu selalu terbias indah dan jelas,
Dari mulutmu yang telah begitu kaku
Dan dari gigi-gimu yang jelas tidak tersusun rapi lagi....
SELAMAT JALAN DATUK........
Senyum keihklasan yang terpancar dari bibir mu
Akan selalu ada dalam ingatan ini
Dan semoga Engkau damai di DUNIAMU YANG BARU ITU.....
Dari cucumu yang tak sempat melihat wajah kakuMu dari sini.......




0 komentar:
Posting Komentar