Aku merasakan,aku sudah terabaikan,
Oleh angin,
Oleh siang,
Oleh malam,
Bahkan oleh jiwaku sendiri….
Aku sudah mulai tergopoh-gopoh meniti
sebuah jembatan
Mulai tertatih-tatih menuju cahaya
kebangga-an…
Sepertinya sudah bosan dengan kebiasa-an
yang memuak-kan hati
Menganggap apa yang dilakukan hanya
sebatas ucapan semata
Tanpa tindakan yang nyata….
Aku mulai terengah-engah,
Akan dunia masa depan yang dihadapi
Tak tampak sedikitpun raut wajah penuh
keoptimisan
Sudah mulai layu,
Seakan jiwa tidak bersatu lagi dengan
raga…
Kini,
Harapan itu mulai tampak samar-samar
Dan tidak jelas
Jiwa yang masih terombang-ambing pada
angkasa hampa
Menukik pada sebuah genggaman yang sulit
untuk teraih
Berusaha pun sepertinya sangat tidak
mungkin…..
Compang-camping jiwa ini,
Namun…setidaknya,
Luapan kegembira-an itu masih terlukis
dengan rapi
Bagai sebuah hutan hujan yang masih
perawan dengan jamahan manusia
Ia senantiasa memberikan penghidupan
bagi mahluk
Yang menempati raganya…..
Teruntuk moe Sang Misterius
Bantu aku dan lenyapkan sifat pesimis
itu
Dan bantu aku,
Dari Sifat mengeluh yang tiada ujung
Yang sebuah jalan sepanjang apapun tak dapat
Sampai pada pemberhentiannya…..




0 komentar:
Posting Komentar