PERGULATAN JIWA....


Senja mulai menghampiri setiap mahluk yang tengah beraktifitas
Menjalani kehidupan sehari-hari yang menoton
Demi mencapai sebuah penghidupan yang layak
Atas dasar kemauan yang sangat keras
Berambisi menuntaskan suatu hal yang meskipun sangat mustahil......

Aktifitas yang mungkin tak sama dengan orang kebanyakan
Suatu kaum dimana berusaha mencari keridho-an,
Dari sang Maha Pencipta
Membiarkan suatu hal yang sangat-sangat dilarang oleh AGamanya
Atas kehendak hati jua,
Setiap manusia akan mampu menyelesaikan atas pekerja-annya
Seberat dan serumit apa pun itu......

Jam berdetak pada kecepatan yang sudah ditentukan
Terkadang terasa cepat,
Dan terkadang terasa lamban
Namun semua kehidupan yang dialami setiap manusia,menjadi berbeda
Karena,diri sendiri jua yang menentukan semuanya.....

Apa yang dikehendaki
Dan apa yang diinginkan...semua sudah ditentukan
Hanya jiwa yang mampu saja dapat merubah semuanya
Tanpa ada campur tangan dari mahluk lain
Kecuali Tuhan......

KAU,...BAGIAN YANG HILANG ITU



Mentari pagi menghangatkan jiwa yang teromabing-ambing dalam dunia Imajiner
Satu-persatu kehidupan mulai terhirup di rongga pernapasan qolbu
Menapak pada satu sudut yang sudah lama ditinggal
Meraih impian yang sempat berserakan
Demi satu pencapai-an
Yaitu,mencoba meraih dirimu yang telah kaku ditelan embun pagi......

Aku merasa sulit untuk beranjak
Ruang imajiner semakin berhasrat mendekam dirimu yang sudah mulai layu
Aku paham akan hal itu,
Setapak penglihatan yang engkau tuang sudah memperlihatkan semuanya
Termasuk kesedihan mu,bak bumi yang hendak terbelah.....

Satu hal yang tak pernah bisa membawa-ku pada suatu keindahan
Hal itu,..yang selama ini seakan mengunci tubuh ini untuk tidak bergerak
Suatu kenyata-an bahwa,
Pertempuran itu sungguh sangat sulit untuk aku selesaikan
Aku paham betul dimana letak kelemahan itu,
Namun,..lagi-lagi...
Sebuah ruangan yang hampa hanya terkonsentrasi pada hari ini....

Aku sangat menyadari di setiap kelemahan itu,...
Aku mengharapkan engkau tetap berdiri di sampingku
Meskipun terkadang menyakitkan untuk orang seperti kau,
Namun,aku yakin....
Engkau juga sama seperti-ku
Mencoba mendengarkan apa-apa tentang ku
Dan begitu juga aku...akan mencoba mendengarkan apa-apa tentang mu....

Karena kau,.....salah satu BAGIAN YANG HILANG ITU....

PEREMPUAN DAN KOPI


Dia berteman dengan sepi
Ia lewati hampir setiap malam disebuah kafe kopi dipojok
Disebuah perkampungan yang jarang sekali orang berlalu-lalang
Ditempat itu,
Dia merasakan sebuah kenikmatan yang tidak mungkin
Semua orang dapat menikmati
Namun dia sangat berbeda....

Perlahan hidungnya menghirup aroma kopi
Jiwa terasa damai seketika
Karena,kegundahan yang telah lama bersemayam
Mulai jauh dan menjauh meninggalkan hatinya

Kekonstan-nan yang selama ini menghantui jiwa dan raganya
masih berjalan dengan semestinya...

Wanita dan kopi,
Satu hal yang sangat dinamis pada sebuah kesunyian
itu yang sangat lama kupandangi waktu itu....

TERUNTUK MOE SANG MISTERIUS



Aku merasakan,aku sudah terabaikan,
Oleh angin,
Oleh siang,
Oleh malam,
Bahkan oleh jiwaku sendiri….

Aku sudah mulai tergopoh-gopoh meniti sebuah  jembatan
Mulai tertatih-tatih menuju cahaya kebangga-an…
Sepertinya sudah bosan dengan kebiasa-an yang memuak-kan hati
Menganggap apa yang dilakukan hanya sebatas ucapan semata
Tanpa tindakan yang nyata….

Aku mulai terengah-engah,
Akan dunia masa depan yang dihadapi
Tak tampak sedikitpun raut wajah penuh keoptimisan
Sudah mulai layu,
Seakan jiwa tidak bersatu lagi dengan raga…

Kini,
Harapan itu mulai tampak samar-samar
Dan tidak jelas
Jiwa yang masih terombang-ambing pada angkasa hampa
Menukik pada sebuah genggaman yang sulit untuk teraih
Berusaha pun sepertinya sangat tidak mungkin…..

Compang-camping jiwa ini,
Namun…setidaknya,
Luapan kegembira-an itu masih terlukis dengan rapi
Bagai sebuah hutan hujan yang masih perawan dengan jamahan manusia
Ia senantiasa memberikan penghidupan bagi mahluk
Yang menempati raganya…..

Teruntuk moe Sang Misterius
Bantu aku dan lenyapkan sifat pesimis itu
Dan bantu aku,
Dari Sifat mengeluh yang tiada ujung
Yang sebuah jalan sepanjang apapun tak dapat
Sampai pada pemberhentiannya…..

TIDAK SEPERTI ITU....


Jam dinding masih bergerak dengan normal,
Aktivitas sehari-hari masih berjalan dengan semestinya,
Mencoba menghitung kenderaan yang lalu-lalang di jalan raya
Mungkin itu pekerjaan yang sia-sia.....

Masih meluapkan kegembiraa-an ditingkat dua tempat ku berpijak
Disebuah kamar yang hangat
Yang hanya ditemani sebuah kasur usang
Mencari sebuah Inspirasi yang mungkin tak semua orang mengerti.....

Tidak seperti itu....

Aku hanya berusaha sebisa mungkin menunaikan tugas,
Tugas yang mungkin cukup lama terbengkalai
Selama ini selalu asyik dengan hal yang tak bermanfaat....

Tidak seperti itu....

Hanya saja,
Saat ini aku masih berusaha
Dengan apa yang kubisa.......

Disini,
Aku masih ditemani oleh cahaya teram-temaram
Dari cahaya lampu,
Yang mungkin tidak begitu kuat untuk menerangi,
Menerangi hati yang masih gundah
Dengan kegelisahan.....

Dikamar penuh kehangatan ini,
Akan kubuktikan suatu hari nanti.....

MAAF KAWAN!!


Begitu banyak yang terluka karena ku
Perkataan,Perbuatan tingkah laku dan apalah yang kulakukan
Aku tak tau??
Aku melakukan semua itu demi kebahagia-an ku sendiri
Tanpa mengindahkan kalian
Aku juga tak tau,
Kalau itu membuat kalian muak akan segalanya tentang ku....

Terlalu banyak bicara,
Membuat kalian tidak senang dan tak suka...
Ketika aku berusaha untuk diam dan menyepi,
Kalian menyalah artikan tindakan ku itu....

Padahal didalam jiwa ini
Hanya ingin berusaha membuat kalian menghargai ku saja
Tidak ada yang lain....
Sikap merendahkan atau pun menyepelekan ku itu,
Semakin membuat aku salah dalam bertindak....
Aku merasa tak ada yang benar-benar tulus dengan ku......

Untuk diam dan menyepi,
Kurasa itu tindakan yang baik untuk ku saat ini....
Terima kasih kawan untuk kalian semua....