Masih saja terbata-bata dengan hal-hal yang sesederhana seperti ini
Aku sangat paham
Dengan sikap seperti ini,tentu akan merugikan bagi ku dan orang lain juga tentunya
Seperti apa-pun menerima sebuah tanggung jawab,
Bila di langgar akan membuat sebuah amarah...
Lagi-lagi,sikap diam ku selalu menimbulkan sebuah kemarahan dari orang lain.
Maaf kan ketidak-mampuan ku ini,
Aku hanya mencoba untuk tidak merepotkan siapa pun...
Maaf untuk hal-hal yang seperti ini....
Aku hanya ingin menunggu angin..
SENDU HATI
TIADA SESAL
Menyuplai aroma memahat embun
Ada sebuah cerita guratan dari senyum memaksa
Bagai satu petuah sebagai isyarat menampar jiwa
Tak jauh berbeda dengan cerita yg pernah ku dengar
Hanya saja,makna dari keegoan diri telah dicampakkan jauh dari jurang....
Aku tak pernah menyalahkan angin yang selalu membawa daun berterbangan
Satu kisah bahwa,aku masih belum mampu merindukan satu rupa
Ini tentang kau,
Sungguh,perlawanan untuk mengalahkan diri sendiri masih menjadi tanya?...
Ahhh...lagi2 rerumputan masih mengejek
Dalam perang batin ini,
Aku masih meringkuk malu....
TERTUNDUK
Berulang kali aku memapah rindu kepada angin
Mungkin sebuah rasa yg tersampaikan tak begitu cukup
Cukup untuk emosi yang terangkai dengan guguran daun pada musim kemarau
Aku mulai lunglai pada paparan yang berulang kali menghampiri....
Saat ini aku masih terpaku pada keramaian dari pintu kaca
Terus menelisik,mengamati
Bahkan sekedar untuk menyampaikan rindu tetap aku simpan...
Lelap,dan aku masih terlelap dengan khayalan yg kuciptakan...
HOPE
Senandung telah terlampir dari jauh nya hati
Meniti pada lembaran yang akan dituang tinta
Tak perlu untuk memahami
Karena ada beberapa kisah untuk tersampaikan melalui sebuah ucapan....
Menempuh berbagai klise satu kehidupan
Mungkin takkan sama satu hal dengan hal yang lain
Memberi kebahagiaan
Memberi petuah
Memberi satu aral,
Aku menjadi bagian dalam setiap hal
Sebuah faedah yang berarti
Berguna bagi setiap orang yang terlibat dalam kehidupan
Aku ingin seperti itu....
AKU YAKIN,TIDAK HANYA AKU
Seperti hal nya hujan
Kadang beberapa istilah dapat mengobati titik luka
Dan terkadang sebuah ucapan akan mampu menggugah jiwa
Namun kali ini sungguh berbeda
Ada hal yang hilang begitu saja diantara embun yang menyapa pagi......
Aku tidak begitu paham dengan riakan yang di ciptakan oleh sungai
Padahal hal semacam itu sangat dekat dengan ingatan-ku
Menyapa angin-pun terkadang aku begitu kikuk-nya
Padahal dia selalu menyapa dengan beberapa kiasan yang serupa.....
Aku mulai lupa dan tua untuk merapat pada bongkahan rindu
Aku benar-benar sangat lupa
Entah terkadang,sebuah petuah yang terlontar
Aku menganggap itu bukan lah apa-apa
Aku tidak menyesal
Sungguh...sungguh aku tidak pernah menyesal dengan apa-pun yang telah ku lakukan.....
PERUMPAMAAN ITU MENGALAHKAN SEGALA-NYA
Rumput yang mulai menari lagi
Tentunya dengan bantuan angin yang tak henti-henti nya memberi risalah
Aku dan kamu dan juga dia
Menyeberang pada keheningan malam
Hanya untuk meratap pada Yang Mulia pemilik alam......
Coba saja untuk mulai kau tebak!!!
Harapan antara satu orang dengan orang lain tak-kan jauh berbeda
Ingin meraih kebahagiaan
Ingin mendapatkan apa-apa yang di ingin-kan
Tapi lagi-lagi Sang Pemilik Alam akan berkata lain.......
Sang Pemilik Alam
Lebih tau,sesungguhnya apa yang benar-benar di butuhkan
Itu tak pernah jauh dari,
Supaya kita sebagai manusia
Harus lebih banyak bersyukur dan menggunakan setiap kesempatan yang di berikan
Supaya kita lebih banyak untuk berpikir
Karena Sang Pemilik alam lebih tau apa-apa sebenar-nya kita butuhkan.....
Malam yang takkan pernah mengeluh pada bulan
Datang atau pun tidak,
Malam akan tetap berteman dan bertemu dengan gelap
Untuk bulan,itu hanya nilai plus yang didapat-kan oleh malam........



