Yuk baca lagi.... Bagi yang belum baca BAG (1) dan (2) Silakan Buka Page "Strawberry" Ini baca sebelum catatan BAG (3) ini ^_^
Ehemm…. Dilanjut lagi yuk novelnya…
Putriku,berulang
kali Ummi harus menasehatimu tentang cara memilih teman.Teman sejati
adalah teman yg bisa diajak bercinta untuk surga mampu menemani dan
membimbing kita untuk slalu mendekatkan diri pada Allah.Ummi tak ingin
pengalaman pahit hidup Ummi terulang lagi cukup Ummi saja yg merasakan
pedih jangan engkau,putriku.
Dulu
keluarga Ummi jarang memerhatikan dg siapa Ummi bergaul mereka
menganggap Ummi telah dewasa dalam bersikap dan memilih teman tapi
mereka keliru,Ummi juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari
keluarga.Ummi selalu merasakan kurang kasih sayang yg diberikan keluarga
hingga Ummi mencari kasih sayang diluar keluarga.
Bertambah
hari hubungan Zaki dan Ifa makin akrab hingga mereka hubungan intim!
Astaghfirullahal'adzim! Ifa bermodal kepercayaan besar pada Zaki yg
berjanji bertanggung jawab untuk menikahinya Ifa telah hamil sedangkan
Ummi dan Sani masih sekadar akrab teman biasa namun Sani mulai kurang
ajar pada Ummi.Sani mulai berani mengandeng tangan Ummi tentu saja Ummi
berontak namun Sani beralasan yg ia lakukan hanya sekadar bentuk kasih
sayang kakak kepada adiknya.
Hingga
suatu ketika Sani menyatakan cintanya kepada Ummi.Sani tak ingin Ummi
menganggapnya sebagai kakak saja Ummi langsung menolaknya.Zaki dan Ifa
terus mengompori kami untuk pacaran mulanya Ummi pikir Sani bisa
menerima keputusan Ummi yg menganggapnya sekadar teman atau kakak,sikap
Sani yg wajar kembali pertemanan kami tetap berlangsung bahkan Sani
terlihat sopan kepada Ummi jarang berdekatan dg Ummi tidak lagi
mengandeng Ummi namun siapa sangka semua itu hanya akal bulus dan
sandiwara Sani untuk menarik simpati Ummi.Kami sering jalan bersama Sani
juga sering mengantar Ummi pulang kerumah pada hari sabtu dan minggu.
Sore
itu Sani mengantar Ummi pulang dg motornya karena gerimis Sani memacu
motornya dg kencang saat hendak mendahului sebuah mobil kaki Ummi
menyenggol bagian belakang mobil Ummi langsung terpental dan jatuh
dijalan lutut Ummi terluka parah,sakit sekali.
Sani langsung membopong Ummi kemobil angkot yg disetopnya dipinggir jalan yg kemudian membawa Ummi ke puskesmas terdekat.
Dokter
puskesmas mengharuskan Ummi untuk rawat inap lutut Ummi terluka sangat
parah dg luka besar dan menganga dan keluar banyak darah persendiaan
lutut Ummi juga sedikit bergeser sehingga Ummi tidak dapat berjalan saat
Ummi tidak berdaya tersebut Sani memerkosa Ummi dipuskesmas itu untuk
pertama kalinya! Padahal saat itu Ummi sedang mentruasi!
(Nusaiba
berhambur tangis yg tak tertahan,nafasnya sengal,sesenggukan mukena
putihnya basah dg air mata.Ruqaiya memeluk erat Umminya ia mencoba
menenangkan Umminya yg berhujan tangis dan bergemuruh istighfar)
Ummi
sengaja tidak memberitahu keluarga atau teman Ummi saat Ummi berada
dipuskesmas Ummi tak ingin keluarga tahu kecelakaan itu Ummi tak ingin
keluarga mencemaskan Ummi.
Pemerkosaan
itu terjadi dimalam yg sunyi,saat itu hujan lebat sekali suara air
hujan berjatuhan diatas genting begitu keras didengar dan malam itu
hanya ada Sani dan Ummi yg berada dipuskesmas tak ada pasien lain yg
rawat inap kalau toh ada penjaga puskesmas itu pun hanya 2 orang ibu2
perawat yg sudah paro baya.Ia menunggu diruang lain yg agak berjauhan dg
kamar tempat Ummi dirawat.
Malam
itu karena lutut Ummi terluka terpaksa Ummi menyingkap rok panjang Ummi
hingga diatas lutut tapi tetap dalam selimut saat Ummi terlelap mungkin
rok Ummi lebih tersingkap hingga membuat Sani kesetanan dan memerkosa
Ummi berulang kali.Ummi berontak sekuat tenaga tapi sia2 Ummi sangat
lemah Ummi coba berteriak tapi sakit disekujur tubuh yg luar biasa
membuat Ummi hanya menangis dan merintih sementara hujan semakin deras
dan suara air diatas genting juga semakin keras Ummi beberapa kali
teriak tapi tak ada yg mendengarkan akhirnya Ummi hanya bisa menangis
malam itu tak pernah Ummi lupakan,putriku.
Keesokan harinya Ummi masih menangis,Sani membujuk Ummi bahwa ia akan bertanggung jawab mau menikahi Ummi.
"Sudahlah! Jangan khawatir,aku akan menikahimu!"
Sani
mengucapkannya tanpa rasa bersalah sekalipun padahal ia baru saja
menghancurjan hidup Ummi.Sakit Ummi tak tertahan,sakit disekujur tubuh
Ummi telah menjadi wanita yg paling kotor andai Ummi langsung mati saat
tabrakan itu mungkin tak merasakan kepedihan itu.Astaghfirullahal'adzim!
3
hari berada dipuskesmas Ummi memaksa ingin pulang ke kos Ummi ingin
beristirahat dikosan.Ummi tak menceritakan kejadian itu pada siapapun
termasuk pada keluarga biar Ummi pendam sendiri seumur hidup.Ummi malu
lagi pula Sani mengancam Ummi jika Ummi bercerita ke orang lain ia akan
lari dan tak mau tanggung jawab.
2
bulan penuh Ummi berbaring dikamar kos,teman kos tak ada yg peduli pada
Ummi mereka menganggap Ummi hanya mengalami kecelakaan biasa dg luka
dilutut yg hampir pulih padahal kuka dihati Ummi tak mungkin sembuh
sampai kapan pun.
Sani
memberikan beberapa pil agar Ummi tidak hamil tapi Ummi tidak
meminumnya Ummi tidak akan hamil karena saat itu sedang mentruasi.Sejak
saat itu Sani terus mengancam dan meneror Ummi,Sani memaksa Ummi untuk
kost dirumahnya.Rumah Sani juga lumayan dekat dg kampus Ummi menuruti
kemauan Sani jika tak Ummi turuti Ummi takut ia akan menghilang.Ummi
merasa tidak berharga lagi,sampah kotor,najis,Ummi jijik melihat diri
sendiri.
Sebulan
setelah kejadian kami menikah sirri Ummi memaksa Sani agar menikahi
Ummi sebenarnya ia bersedia namun keluarga Ummi tidak menyetujuinya
mereka ingin kami menikah setelah kami lulus kuliah,mereka belum tahu
jika Ummi tak suci lagi sehingga Ummi memaksa Sani untuk menikahi Ummi
secara sirri dg wali hakim meski telah menikah sirri,tapi Ummi selalu
merasa diperkosa setiap melayaninya! Ummi sering menangis berhari-hari
anehnya Ibu Sani hanya diam saja hati Ummi kian teriris,pedih,luka,putus
asa berkali-kali Ummi coba bunuh diri.Ya Allah,ampuni dosaku.
Lihatlah putriku ada beberapa sayatan silet di pergelangan tangan Ummi usaha bunuh diri Ummi selalu dapat Sani gagalkan.
Sani
drop out kuliah setelah peristiwa itu keluarga Ummi tak tahu jika Ummi
serumah dg Sani.2 tahun lebih Ummi menahan pedih,derita fisik dan batin
tiap hari Mendera Ummi.Sani tak pernah memerhatikan Ummi,hidup atau
matikah Ummi tak pernah ia hiraukan Sani hanya sibuk dg hobi memancing
dan billyard nya saja.Sani tak pernah memberikan nafkah belanja pada
Ummi hingga Ummi harus membawa beras sendiri dari rumah layaknya tinggal
dikos.Begitu juga keluarganya,Ummi hanya dianggap sampah dirumahnya
tiap hari mengurung diri dalam kamar,saat Sani pulang larut malam ia
langsung terlelap tanpa pernah mengobrol atau sekadar menanyakan keadaan
Ummi.
Namun
Ummi coba melewati semua kepedihan itu,Ummi coba mencintai Sani dan
memperlakukannya layaknya suami meski kami hanya terikat dalam
pernikahan sirri.Ummi wanita nista,wanita lemah tak berdaya Ummi hanya
berharap dg cara mencintai Sani dg tulus dapat merubah keadaan.
Awalnya
usaha Ummi membuahkan hasil Sani mulai menunjukan kasih sayangnya
kepada Ummi sedikit lebih perhatian meski tak jarang Sani selalu
memperlakukan Ummi layaknya binatang saat melayaninya Sani sering
menampar Ummi jika menolaknya.Astaghfirullahal'adzim! Ummi selalu
menangis,Ummi coba memahami keadaan ini dg bersabar menunggu hingga
rampung kuliah sehingga kami dapat menikah secara sah.Ummi coba
melayaninya dg baik asal Sani bersedia memberikan kasih sayang dan
menafkahi Ummi.
Sani
mulai mau shalat lagi,Ummi juga mengajarinya mengaji saat itu Ummi
sedikit bisa merasakan kebahagian bersama Sani,Ummi coba melupakan
peristiwa perkosaan itu Ummi berharap segera lulus agar kami dapat
menikah secara sah.
Tapi
Sani adalah Sani,kebahagiaan Ummi tak bertahan lama Sani kembali
menjadi Sani yg dulu lagi kebiasaan memancing ikan sampai berhari-hari
diluar rumah kambuh lagi,judi,togel hingga keluyuran dg teman2
nya.Pernikahan sirri baginya hanya untuk melegalkan hubungan suami istri
saja tanpa cinta,Sani tak mencintai Ummi,putriku.
Putriku,sayang
Ummi selalu berpesan agar engkau berhati-hati dalam bergaul dg alasan
menjalin ukhuwah sekalipun apalagi dg lelaki yg bukan muhrim mu jaga
harga dirimu sebagai muslimah.Engkau jangan risau jika sikapmu dianggap
sombong dimata mereka.Muslimah yg hanya mencintai Allah maka Allah lebih
mentainya dari pada cinta Muslimah tersebut pada Nya.
Ini sudah larut,putriku mari kita pulang.
(Nusaiba
melepas mukenanya satu per satu dan melipatnya rapi terbungkus
sajadahnya agar mukena tak kotor oleh hujan yg turun pada malam
itu.Ruqaiya menuntun Umminya meninggalkan masjid mata Nusaiba masih
sembab kantung matanya membesar,hujan deras turun malam itu mereka tetap
kuyup meski telah berpayung)
bersambung… *_*
Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/



0 komentar:
Posting Komentar