Home »
» PENGAKUAN
PENGAKUAN
Posted by Unknown
Posted on Rabu, Oktober 12, 2011
with No comments
Menghitungi suara langkah yang begitu syahdu terasa
Membawa kesebuah perapian yang lekat dengan nestapa gundah
Berharap keajaiban tidak sirna begitu saja tanpa mempedulikan asa
Berakar dari kegundahan yang menusuk tak berhujung rimba duka lara
Demi membela keletihan senantiasa beraromakan angin senja....
Gegap gempita menerka hasrat memenjarakan luka
Lelah akan ketidak-adilan yang menumbuhkan kemurkaan
Laksana dedaunan tunduk akan dahan pohon yang rentan akan pangkalnya
Sembari meluluh-lantahkan kelemahan yang bertabirkan hampa
Menangkis kegundahan,kegelisahan yang menembus alam imajinasi cahaya raga....
Lampion kehidupan yang semakin terang bercahaya luka
Menambah kepedihan yang bertahta di jagad raya
Gelang kehidupan pun mulai sirna terbakar amarah
Membakar sebuah rahasia yang dapat menunjukkan tabir langsa
Sebuah kisah tentang peradaban yang bangga akan penindasan.....
Meneteskan keringat berbau menyengat
Melampiaskan kepada sosok yang menganggap dirinya lah segalanya
Kekelaman menyelimuti keadilan yang patut diperjuangkan
Memikirkan kepentingan golongan demi sebuah tujuan
Dengan licik,menjatuhkan lawan-lawan dengan tangan dingin berlumuran darah kenistaan....
Kekuasaan yang semakin mudah di kuasai
Menjalar,tak mempedulikan rakyat yang haus kemakmuran
Bagaikan sang tikus menggerogoti setiap jerih payah orang lain
Asalkan keinginan terpenuhi
Tak peduli lagi dengan suara Naruni.....
Masa lalu melangkah pergi membawa kesedihan
dan tak menoleh lagi. masa depan menjelma fajar
dengan bertangkai-tangkai cahaya
dan untaian embun yang berkejaran
mereka mengalungkannya di leher
seperti mutiara......
Sebuah pengakuan
Alangkah bagusnya bila engkau dengan sukarela mengundurkan diri
Demi mengobati hati yang tersakiti
Demi negeri yang mengharapkan seorang pemimpin yang mengerti
Mengerti akan kehendak dan keinginan rakyat....




0 komentar:
Posting Komentar