Karya ; MUHAMMAD TAUFIQ
Yuk
baca lagi.... Bagi yang belum baca BAG (1), (2), (3) dan (4) Silakan
Buka Page "Strawberry" Ini baca sebelum catatan Bag (5) Bagian Terakhir
ini ^_^
Ayoooo baca lagi.....
Ummi
mulai rajin shalat tasbih lagi selain qiyamul lail tentunya,di senggang
waktu Ummi banyak membaca Al Qur'an dan mengajar mengaji anak2 kecil
dimasjid sebelah rumah.
Ummi
selalu teringat akan surah An Nur,air mata Ummi selalu bercucuran saat
membacanya.Ummi telah menjadi wanita yg hina,Allah pasti sangat membenci
wanita seperti Ummi dosa Ummi bertambah menumpuk tiap hari hingga Ummi
semakin menjauh dari Allah,Ummi menyesal telah salah memilih teman Ummi
keliru dalam bergaul hingga Ummi harus berkubang dalam dosa.
"Laki2
yg berzina tidak mengawini melainkan perempuan yg berzina atau
perempuan yg musyrik dan perempuan yg berzina tidak dikawini melainkan
oleh laki2 yg berzina atau laki2 musyrik dan demikian itu diharamkan
atas orang2 yg mukmin"
Ummi
terus menangis dan takut sekali saat membaca surah An Nur tersebut
sungguh Ummi tak ingin menjadi wanita yg hina wanita yg sangat dibenci
Allah meski Ummi hanya menjadi korban kebiadaban,tetapi Ummi tetap saja
merasa menjadi wanita yg hina.
Tapi
yakinlah bahwa Allah maha pengampun dan maha pemberi
rahmat,putriku.Ummi selalu mohon ampunan Nya agar Allah membersihkan
Ummi dari perbuatan nista yg telah Ummi lakukan Ummi yakin Allah akan
mengampuni dosa2 Ummi seiring pertaubatan yg Ummi lakukan dan semoga
Allah memberi hidayah kepada Sani agar ia menerima dg ikhlas kepergian
Ummi.
"...
Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat Nya kepada kamu
sekalian,niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan2
keji dan mungkar itu) selama-lamanya,tetapi Allah membersihkan siapa
saja yg dikehendaki Nya dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui"
Ummi
hampir tidak pernah memikirkan Sani lagi,Ummi tak ingin mencintai
Sani.Ummi hanya ingin mencintai Allah,Ummi tak ingin menghubungi Sani
lagi begitu juga sebaliknya diantara kami sudah tak ada lagi cinta.
Setelah
tidak ada kepastian dari Sani,ia pun tak pernah kunjung menjemput Ummi
memang itulah yg Ummi harapkan jika Sani ingin menyelamatkan rumah
tangganya tentunya ia pasti menjemput Ummi
Sani
tak ada niatan untuk memperbaiki hubungan kami akhirnya,Bapak dan Ibu
memutuskan untuk menemui Sani meminta pertanggung jawaban dari Sani tapi
usaha mereka gagal Sani telah kabur dan menghilang dari rumah sejak
pertengkaran itu.
Ummi
menjalani hidup selama 6 bulan tanpa status yg jelas,tanpa nafkah maka
Ummi memutuskan untuk menggugat cerai dipengadilan.Ummi mendapat
dukungan sepenuhnya dari keluarga.Keluarga terus menyemangati Ummi agar
tetap tegar.
Ternyata
proses sidang cerai tidak semudah yg Ummi kira.rumit dan berbelit-belit
ditambah lagi dibutuhkan dana yg tidak sedikit untuk melegalkan
perceraian Ummi.
Perjuangan
panjang Ummi disidang pengadilan sedikit demi sedikit membuahkan
hasil.Alhamdulilah,butuh hampir setahun untuk menyelesaikan kasus
perceraian Ummi.Ummi tak akan sanggup melewatinya tanpa bantuan dan
dukungan dari keluarga hingga membuat Ummi semakin mantap dan yakin
menjalani hidup pasca perceraian.Masih banyak orang yg menyayangi Ummi
dan Ummi sangat menyayangi mereka.
Ada
peristiwa mengesankan seusai sidang terakhir Ummi.Ummi bertemu Mas
Fikri didepan pengadilan agama Mas Fikri bersama istrinya yg sangat
cantik sengaja datang untuk memberi semangat pada Ummi.
Dan...
Hal
yg sangat menajubkan terjadi saat Ummi, Mas Fikri dan istrinya
berbincang tiba2 datang seorang lelaki yg pernah Ummi temui dikehidupan
Ummi yg lalu.
Putriku,percayalah
kebahagiaan pasti akan engkau reguk jika selalu ada dijalan Nya.Allah
maha pengampun atas segala dosa hamba Nya karena hanya orang yg
bertaubat dan beramal saleh yg akan mendapat ampunan dari Allah atas
dosa2 yg pernah diperbuatnya dan Allah akan menggantinya dg hal yg lebih
baik.
"Dilipatgandakan
azab baginya (bagi para pendosa,bagi para pelaku kemaksiatan dan
kezaliman) pada hari kiamat nanti dan kekal didalamnya,dikecualikan (1)
orang2 yg bertaubat,(2) beriman,(3) beramal saleh.Maka mereka itulah
orang yg Allah gantikan keburukannya dg kebaikan dan Allah maha
pengampun dan maha penyayang."
Meski dosa Ummi tak terhitung,Ummi yakin semua itu akan lebur bersama pertaubatan dan istiqomah dijalan lurus Allah.
Pagi
itu setelah menjalani proses perceraian yg panjang.Alhamdulillah!
Sidang perceraian selesai.Sani yg pada sidang sebelumnya tidak hadir
saat sidang terakhir tersebut ia hadir meski dg berat hati akhirnya Sani
mengikhlaskan kepergian Ummi,semoga hidayah Allah dan keberkahan hidup
selalu tercurah untuk Sani.Bagaimanapun ia telah berusaha menjadi suami
yg baik untuk Ummi mungkin Ummi saja yg tidak bisa menerjemahkan dg baik
keinginannya kami pun berpisah dg baik2.Ummi tak ingin menuntut apapun
atas perlakuan Sani terhadap Ummi selama ini hanya Allah yg maha
tahu.Kebahagian Ummi bertambah ketika berada didepan pengadilan agama
Ummi berjumpa dg seorang yg tak asing lagi dalam hidup Ummi.
Lelaki
itu adalah Pak guru yg pernah melamar Ummi beberapa tahun yg lalu
sungguh tak pernah Ummi kira,kami bisa bertemu lagi didepan pengadilan
agama sosoknya tenang dan berwibawa bahkan Pak guru tersebut terlihat
lebih muda dari Ummi.Mata indah dibalik kaca matanya masih tetap memikat
Ummi terlebih kumis dan jenggot tipisnya membuat Ummi tertahan beberapa
saat sebelum Ummi menundukan pandangan.
Ummi
mengenalkan beliau kepada keluarga Ummi ternyata beliau adalah putra
dari sahabat Bapak kami pun semakin akrab.Langit indah saat itu,riuh
angin membelai kami dalam percakapan penuh makna.
"Apa? Bapak belum menikah!"
Ummi
sangat terkejut saat itu,guru yg selalu memikat Ummi dan teman sekelas
dimadrasah itu ternyata belum menikah.Seluruh keluarga Ummi ikut kaget
melihat Ummi terperajat.Ummi jadi salah tingkah lalu mereka tertawa
bersama,menertawakan tingkah Ummi yg aneh.
"Perjodohan itu gagal,Nusaiba.Mungkin belum jodoh Bapak," jelasnya.
Bapak
segera mengalihkan pembicaraan tentang Ayah Pak Guru tersebut.Bapak
ingin sekali bertemu dg sahabatnya itu agar ukhuwah tersambung lagi
sekaligus bernostalgia lagi saat mereka dipesantren dulu.
3
bulan kemudian setelah masa iddah Ummi selesai terwujudlah keinginan
Bapak untuk bernostalgia dg sahabatnya tapi sayang Bapak tak mengizinkan
Ummi menemaninya padahal Ummi ingin ikut bersama Bapak sekadar mencuri
pandang juga boleh agar dapat menentramkan hati Ummi yg digulung rindu
pada Pak Guru.
Ummi
tak tahu pasti yg mereka bicarakan selain mengenang masa lalu mereka
tentunya.Awalnya Bapak hanya membicarakan tentang perceraian Ummi dan
sedikit konflik yg melatar belakanginya.Bapak baru tahu jika putra
sahabatnya itu juga pernah melamar Ummi tapi Ummi menolak dan tak
menceritakannya pada keluarga.
Entah
apa lagi yg mereka ceritakan,Bapak merahasiakannya pada Ummi tapi malah
menceritakan kepada keluarga yg lain Ummi penasaran sekali saat
itu,putriku.
Hingga
suatu hari Bapak,Ibu dan keluarga disibukkan dg beberapa aktivitas yg
tak lazim kami lakukan yakni membersihkan rumah dan memasak spesial
sungguh hari yg tak biasa.Ummi bertanya kesana kemari tapi hanya
terjawab dg senyuman aneh Ummi semakin penasaran terlebih menjelang sore
Ibu memaksa Ummi berdandan rapi dan berhias diri,Ummi hanya bisa
menuruti permintaan Ibu meski Ummi sudah lama sekali tidak berhias.
Akhirnya,rasa
penasaran itu terjawab disore itu.Sebuah mobil diparkir didepan
rumah,Ummi mengintip dari balik jendela begitu mereka membuka mobil...
Subhanallah! Ternyata Pak guru tersebut bersama Ayah dan Ibunya mereka
mengenakan baju muslim yg rapi terlebih Pak guru itu terlihat tanpam
sekali tanpa kaca mata diwajahnya.Ummi semakin bertanya-tanya dalam hati
apa yg sebenarnya terjadi.
Ummi bersama Ibu mencuri dengar pembicaraan Bapak dan para tamu dari dalam kamar Ibu.
Putriku,ternyata
kedatangan sahabat Bapak tersebut adalah bermaksud ingin meminang Ummi
untuk putranya.Tubuh Ummi langsung bergetar dasyat,Ummi tak bisa berkata
apa2 untuk beberapa saat jantung Ummi berdegup kencang sekali kening
Ummi banyak mengeluarkan keringat dingin kebiasaan buruk Ummi kambuh
lagi suka memilin ujung kerudung saat cemas.
"Benarkah,Bu?"
Ibu hanya mengangguk sekali Ummi langsung memeluk Ibu air mata kami beradu,Ibu mencium wajah Ummi berkali-kali.
"Kamu berhak mendapatkan kebahagiaan,Nusaiba.Allah telah mengabulkan doa2 mu."
Air
mata Ummi semakin berderai hingga hiasan wajah Ummi berantakan
karenanya.Ibu terus mengusap air mata bahagia dipipi Ummi hingga pipi
Ummi menjadi kemerahan.
Kemudian
Bapak meminta Ummi untuk menemui tamu.Ibu langsung membantu Ummi
merapikan kerudung dan pakaian Ummi yg lusuh karena pelukan.Ibu menuntun
Ummi keruang tamu,Ummi duduk disamping Ibu,Ummi hanya menunduk mata
Ummi terus berkaca sementara Ibu terus mendekap Ummi.
"Kedatangan
beliau kesini adalah untuk meminangmu,Nusaiba untuk putranya.Bapak
menyerahkan keputusan sepenuhnya kepadamu,Nusaiba.Apakah kamu bersedia
menerima lamaran ini?"
Ummi hanya tersipu malu lalu bersembunyi dibalik pelukan Ibu.
"Alhamdulillahirabbil'alam
in.Barakallahu laka."
Semua
yg ada diruangan tamu mengamini kemudian tertawa geli melihat tingkah
Ummi,Ummi minta izin untuk masuk ke kamar.Sebelum Ummi pingsan ditelan
bahagia Ummi mengambil air wudhu mengenakan mukena lalu shalat sunah 2
rakaat dan sujud syukur 3 kali,sujud syukur yg sangat panjang puji
syukur Ummi pada Allah yg slalu menyayangi Ummi.
Meskipun
pernikahan kedua bagi Ummi tapi Ummi tak malu bersanding kembali
dikursi pelaminan Ummi kali ini benar2 yakin akan menjadi wanita yg
paling bahagia bisa bersanding dg lelaki yg sangat Ummi cintai.
Bapak
telah menceritakan semua tentang Ummi pada pertemuan mereka sebelumnya
termasuk tentang perkosaan itu ternyata Pak guru tersebut masih
mencintai Ummi dan menerima apa adanya tanpa memandang status dan latar
belakang Ummi yg kelam.Cinta beliau begitu tulus pada Ummi meski pernah
ternoda dan terjerumus dalam lubang nista.
Hari
paling indah itu datang juga resepsi pernikahan kami digelar digedung
pertemuan Pabrik Gula Tjoekir dalam resepsi pernikahan itu kami
mengenakan gaun pengantin yg sangat indah paduan warna hijau muda dan
putih inilah pernikahan yg sebenarnya bagi Ummi.Pernikahan yg bertabur
cinta dan kasih sayang kami saling mencintai karena Allah semoga hari2
kami dipenuhi berkah,kebahagiaan dan berselimut cinta yg hangat untuk
slalu beribadah kepada Nya.
Nusaiba
dan Ruqaiya yg masih terbalut mukena putih,berjalan meninggalkan masjid
untuk kembali kerumah mereka.Dalam mukena penuh cinta yg slalu merindu
untuk kembali berjumpa dg sang Khaliq dalam sujud2 panjang mereka.Mukena
kerinduan yg akan selalu dikenakan selalu terbalut dalam hati dalam
menapaki hari2 penuh cinta.
Bulan bundar sempurna cahayanya yg benderang mampu menerangi separuh langit.
"Ruqaiya ingin menikah dg Mas Din.Mohon doa restu,Ummi."
Mereka saling berpelukan dibawah purnama,erat dalam tangis haru yg menderu.
"Bercintalah untuk surga,putriku.Bercintalah karena Allah."
Mereka
masih berpelukan tatkala seorang lelaki menghampiri mereka,lelaki yg
mengenakan baju batik,rapi,berkaca mata,berkumis dan berjenggot tipis yg
mulai memutih lelaki yg memiliki mata indah yg selalu membuat Nusaiba
jatuh cinta.
"Tahukah engkau,putriku.Lelaki yg telah mencuri hati Ummi dan membawanya kejalan yg lurus milik Allah adalah Abi mu,putriku."



0 komentar:
Posting Komentar