Ada berita baik dan berita buruk yang ingin saya sampaikan.
Berita baiknya, saya akhirnya sadar jika saya ganteng
(yang mau muntah silahkan ngantri di belakang). Okay, berita baik
selanjutnya: saya pindah kerja ke ibukota.
Oh ya lupa cerita, setelah lulus bulan mei dari kampus tercinta,
saya diterima menjadi jongos disalah satu BUMN dan bekerja di Surabaya.
Antara Juli-September. Ternyata saya tidak terlalu menikmati pekerjaan
di pasar modal. Hidup sepertinya membosankan jika selama 30 tahun
kedepan saya habiskan dibelakang komputer, memelototi candle stick,
membaca laporan keuangan, membuat rekomendasi harian, dan merayu nasabah
melakukan trading.
Saya harus menerima kenyataan jika saya seorang
fundamentalis sejati ala Benjamin Graham (gurunya Warrant Buffet) dan
tidak terlalu menikmati proses menjadi seorang trader, apalagi spekulan.
So saya resign dan alhamdulilah mulai November pindah ke Jakarta untuk
menjadi kacung perusahaan multinasional asing di bidang advertising dan
media investment.
Saya masih mencari passion saya, dan terus bertanya
tentang arti dan tujuan hidup di dunia. Saya baru mencoba dua bidang
yang saya sukai ketika kuliah: marketing dan finance (saham dkk). Saham
sudah dicoba (dan saya tetap ingin jadi value investor dengan swing
trading mingguan
), Jadinya saya coba banding setir kebidang yang tak kalah asyiknya: advertising dan media.
Saya juga masih berniat kerja sambil membangun bisnis
saya nanti. Niatnya sih kerja cari modal, skill, dan jaringan. Jika
ternyata kerjanya menantang dan menyenangkan, mungkin bisa lanjut sampai
pensiun. Tapi sebagai backup, saya HARUS punya bisnis sampingan. Entah
apa itu. Mungkin Tolstoy Farm. Hahaha.
Bad News
Berita buruknya: Tantangan menulis berkualitas
menjadi semakin berat. Ritme hidup di ibukota membuat saya harus
berangkat pagi-pagi sekali dan pulang larut malam. Padahal untuk
menghasilkan tulisan selama ini, saya butuh membaca 2-3 buku setiap
minggu. Rajin membuat resume dan kutipan. Membedah tumpukan sastra,
novel, dan puisi (agar tulisan berjiwa dan tidak kering). Membackup data
statistik. Traveling dan berbincang-bincang dengan orang untuk menggali
insight plus perspektif baru. Tak lupa rajin merenung serta melakukan
kontemplasi.
Saya tidak terbiasa asal tulis. Karena menulis adalah
salah satu passion hidup saya. Dan saya serius menjalaninya. Sudah ada
writer plan 2020 yang sudah berlangsung selama setahun. So far so good.
Dalam fase konsolidasi hingga 2013 saya hanya memiliki target sederhana:
rutin menulis setiap minggu!. Indicator kesuksesannya meliputi
konsistensi terbit, kuantitas keterbacaan per halaman, jumlah “jempol”
dan tautan, serta komentar yang masuk di setiap tulisan.
Agar tetap produktif menulis minimal seminggu satu
tulisan, saya akan menghadirkan rubric baru: [Curhat]. Namanya doank
curhat. Tapi ga 100% curhat. Dalam [Curhat] saya lebih mengedepankan
pandangan pribadi. Sehingga tidak perlu capek2 cari data, teori, atau
landasan ilmiah. Tulis aja apa yang dikepala. [Curhat] lahir dengan
konsep free writing yang lebih personal dan sentimental. Sehingga lebih
membantu saya untuk mengekspresikan diri dan berbagi.
Lantas, kalau situ rindu gaya tulisan saya yang
sebelum2nya gmana? Gampang. Jika tidak ada label [Curhat] di judul
tulisan, berarti itu tergolong essay2 reguler saya. Insya Allah masih
segar, kaya data, punya landasan teori ilmiah yang dikemas ringan,
memiliki nuansa sastra, serta mencerdaskan dan mencerahkan
(Amiiiiinnnnnnnnnnnnn
).
Tak lupa saya umumkan pergeseran jadwal terbit
tulisan, dari hari Jumat menjadi hari Minggu. Karena saya butuh waktu
untuk keluar dari rutinitas dan menggali pandangan-pandangan baru.
Mencari inspirasi dan berbagi aspirasi. Saya akan tetap berusaha keras
menghadirkan tulisan berkelas. Karena setiap ide tulisan yang lahir
sudah saya anggap seperti anak sendiri. Anak kata-kata yang harus
dirawat dan dibesarkan dengan sepenuh jiwa raga.
Bagi saya, menulis adalah salah satu bentuk rasa
syukur kepada Tuhan. Karena telah menitipkan kecerdasan, pengetahuan,
dan kesempatan untuk mengembangkan pemikiran. Saya akan terus menulis.
Untuk Tuhan dan kemanusiaan.
Tulisan ini kepunya-an = http://blogyoga.wordpress.com/2011/10/02/curhat-bad-news-good-news/Yoga PS



0 komentar:
Posting Komentar